Uda baca ya?? (from : Lia)
Friday, October 17, 2008
Semoga tak menodai indahnya tali persaudaraan kita
Friday, October 10, 2008
Hari ini
2 tahun yang lalu
Pertama kali kamu mengenal aku
Aku
--Yang ulang tahunnya bareng sama kamu.
--Yang pernah kena DITIPU. Nyariin seseorang di terminal gara-gara di boongin udah ditunggu dari tadi, hujan, banyak petir(padahal tidur di kamar).
--Yang ramadhan 1427 H nemenin kamu sahur, buka puasa, nemenin bo2 juga (lewat telp).
--Yang syawal 1427 H nemenin kamu juga (puasa syawal)
--Yang paling betah nongkrong di depan monitor.
--Yang paling suka berpetualang ke pegunungan yang menjulang tinggi.
--Yang bikin kamu jadi bunglon (lha koq bunglon??) ya iyalah bunglon.. Kadang bisa jadi wartawan dengan segudang pertanyaan..
Kadang bisa.. Kadang bisa.. Tapi bedanya kalo bunglon berubah warna.. kamu berubah profesi.. Kalo warna dari dulu juga ga berubah, tetep item ;p.
--Yang bikin kamu tambah seneng nulis gara-gara keseringan nulis surat buat aku sampai-sampai ga inget pernah nulis apa (nulisnya sambil tidur, sih) ;)
--Yang bikin perasaan jadi nano-nano (kadang manis, asem, pahit, asin)
Meskipun kamu sekarang................
.......................................................................
Semoga tak ada yang menodai indahnya tali persaudaraan kita.
from dd diedit dikit
Minal Aidzin Wal Faidzin
Friday, September 26, 2008
Bila kenyataan
dan bukan ketakutan
yang menggerakkan kita
pertanda kedewasaan
telah menyertai jiwa.
Selamat hari raya
Mohon maaf segala dosa.
Bila masa sekarang
tidak menyilaukan
pandangan masa depan
Bila kesenangan sesaat
tidak membuat lupa
kebahagiaan jangka panjang
Pantaslah kita berbahagia atas jiwa
yang sehat dan dewasa
setelah sebulan dilatih
menahan diri dengan puasa.
Selamat Hari Lebaran
Mohon maaf segala kesalahan.
Bila hati kita
tidak kaku,
tidak lemah,
tidak pailit,
kala hadapi kenyataan sulit
dan tidak kekanak-kanakan
menyalahkan keadaan.
Bersyukurlah bahwa kedewasaan
mulai bersemayam dalam jiwa kita
mengiringi hari kemenangan tiba.
Selamat Hari Raya
Mohon Maaf atas Segala Dosa.
Bila kita ingin berdiri sendiri
berhenti menggantungkan diri
dan mau bertanggung jawab
atas akibat dari perbuatan diri,
itulah tanda-tanda terompet kedewasaan
mulai ditiup dari benteng jiwa.
Selamat Hari Raya
Mohon Maafkan Segala Dosa
Bila dunia tidak lagi
berpusat pada diri
Kepentingan teman
tidak harus kalah
dari kepentingan pribadi
Bisa mencintai orang lain
disamping cinta diri sendiri
Alamat kanvas dalam jiwa
mulai dihiasi warna-warni kedewasaan
setelah sebulan Puasa Ramadhan..
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Segala salah mohon diampuni
Indahkan lebaran dengan menerima
pemberian orang dengan senang
Indahkan lebaran dengan bergantung
pada orang dengan wajar tanpa memberatkan
Indahkan lebaran dengan menerima
kasih sayang orang dengan hati lapang
Indahkan lebaran dengan menerima
nasehat orang dengan rendah hati
Indahkan lebaran dengan memberi kesempatan
orang melakukan sesuatu untuk kita
Indahkan lebaran dengan saling memberi dan menerima.
Bereaksi wajar kala diinjak,
memprotes kala dirugikan,
tidak berlebihan dalam marah,
pantang ngamuk walau dihina,
tegas tanpa harus gelap mata,
adalah pertanda kedewasaan hati kita,
Semoga semakin matang dengan puasa.
Selamat Hari Lebaran
Mohon maaf segala kesalahan
Bila konflik
tak membuatmu takut,
tak membuatmu sembunyi,
juga tak kehilangan pengendalian diri
juga tak lampiaskan marah sesuka hati.
Tapi memicumu untuk menyelesaikan
dengan kepala dingin dan hati ringan,
duduk semeja dan bicara,
untuk kepentingan bersama.
Artinya ciri kedewasaan mulai ada
dan terpelihara dengan baik di dalam jiwa.
Selamat hari raya
Mohon maaf segala dosa.
Bila kamu tahu persis kemampuanmu,
tidak mengukur diri terlalu tinggi,
tidak membebani diri dengan pekerjaan
yang melebihi kapasitas diri,
berani menolak tugas bila dirimu
tak akan sanggup menangani,
adalah pertanda mata air kedewasaan mulai muncul,
dan menyemburkan kesegaran dalam hati.
Selamat Idul Fitri
Mohon maafkan semua dosa diri.
Puasa sebentar lagi usai
dan pamit undur diri.
Lalu apakah kita kembali fitri
atau menjadi manusia yang menyesali
hari-hari puasa yang berlalu tanpa arti
tanpa usaha peningkatan diri
dan tanpa pendekatan pada Ilahi?
Pada diri kita sendiri
jawaban itu bisa dicari
dan ditindaklanjuti
dengan perbaikan diri
sebelum ramadhan pergi
Malam waktu instropeksi diri
menimbang diri
apa yang kita cari?
apa yang telah kita beri?
apa yang harus kita kurangi?
apa yang harus kita perbaiki?
apa yang selama ini kita cueki?
apa yang harus kita peduli?
Ramadhan bulan menghisab diri
agar saat ramadhan pergi
kita menjadi manusia sejati
Setelah puasa
semoga kita sadar bahwa
sia-sia saja
mencari kebenaran
diluar jalan agama
Karena hanya Allah
yang menjamin kepastian kebenaran
Karena akal pikiran manusia
hanya janjikan kebenaran nisbi
yang mungkin benar tapi
mungkin saja salah.
Karena tanpa kepastian
manusia akan habiskan
umur pendeknya hanya untuk mencari-cari,
tanpa pernah bertemu kebenaran sejati.
Hanya agama yang memberi jalan
yang lapang dan lurus pada manusia
untuk meraih kebenaran,
dan bila manusia teguh beriman
kebahagiaan akan malu bila
tak menjadi teman setianya
Puasa melatih diri
untuk tidak meletakkan bahagia
pada pencapaian materi.
Karena bahagia bergantung materi
adalah semu dan sumber kecewanya hati
Karena begitu manusia mencapainya
akan segera disadarinya bahwa
bahagia-nya sirna bersamaan diraihnya
benda-benda yang didambakannya.
Karena rahasia bahagia sejati
hanya ada pada agama yang lurus
dan iman yang kuat dipegang
dan bakti pada Allah yang tiada bandingan
Alangkah ruginya
manusia yang menolak kitab suci
dan mencari-cari kebenaran sejati
dengan mengandalkan ideologi-ideologi
buatan makhluk bumi walaupun berilmu tinggi
dan dari bangsa adidaya di muka bumi
ilmunya tak akan menandingi firman Ilahi.
Karena dia selamanya dalam keresahan
Karena hanya ajaran dalam Al Quran
dan bukan pemikiran makhluk ciptaan Tuhan
yang bisa memberi petunjuk kebenaran.
Sunday, August 17, 2008
KEMERDEKAANKU
kemerdekaanku adalah
saat aku bebas berkata
ya atau tidak tanpa ada paksaan
kemerdekaanku adalah
saat aku bebas melangkah
kesana dan kemari tanpa ada penghadang
kemerdekaanku adalah
saat aku bebas berlari
mencapai tujuan akhir tanpa penghambat
kemerdekaanku adalah saat aku bebas mengemukakan
pendapat untuk kebaikan
kemerdekaanku adalah
saat aku merasa hidup
sebagai aku sendiri
atas jati diriku sendiri
bukan polesan palsu
indah terlihat di luar
tetapi busuk dari dalam
kemerdekaanku adalah
saat aku merasa tak tertekan
menikmati hak yang aku miliki
tanpa melalaikan kewajiban
tanpa melanggar aturan
tanpa menyakiti hati yang lain
menghormati sesama
menghormati perbedaan
mendukung yang lemah
mendukung perbaikan
merangkul yang tertindas
mengasihi sesama
tanpa pamrih
Pagi
Berhadap-hadapan dengan bendera
aku mencari merah putih dalam jiwa
Siang
Di mana aku, di mana merah putih?
Engkaukah yang berkibaran di jalan-jalan
atau hanya kain usang dan baru
yang merana kehilangan jiwa?
Senja
Kutemukan merah putih
tersedu di sudut negeri
tertimbun ranting-ranting sejarah
yang patah
Malam
Mimpi-mimpi berkecamuk
merah putih masih merayap gelisah
mencari Hatta dalam jiwa duaratus kita
(Faiz)
